Main Article Content
Abstract
Purpose: This study aims to examine the role of agribusiness institutions in shaping socio-economic and cultural changes among oil palm smallholders in West Sulawesi, Indonesia, and to assess the involvement of government and private companies in supporting smallholder farmers’ economic improvement within the nucleus–plasma partnership system.
Research Method: A qualitative descriptive-analytic approach was applied. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, involving smallholders, managers of agribusiness institutions, private-sector actors, and relevant government agencies. Thematic analysis was conducted through data reduction, presentation, and conclusion drawing, with triangulation across multiple sources to ensure validity.
Results and Discussion: The findings reveal that agribusiness institutions have not significantly influenced smallholders’ economic levels. Limited government and private sector participation have restricted access to capital, technology, and market information. Despite this, smallholders’ independent cultivation of oil palm has improved household income and driven cultural transformation, shifting traditional farming practices toward more modern, market-oriented practices.
Implications: Strengthening agribusiness institutions through active collaboration between government, private companies, and farmers is essential for sustainable development and equitable benefits. Policy measures should focus on capacity building, facilitating access to finance, technology transfer, and market integration. Further research is recommended to explore effective models of institutional intervention and to assess the long-term socio-economic and cultural impacts of agribusiness support on smallholder communities.
Keywords
Article Details

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.
References
- Abbad, Muhammad Farid. (2021). Pesantren dan Perubahan Sosial: Kebudayaan, Otoritas, Nilai dan Transmisi Pengetahuan. ASNA: Jurnal Kependidikan Islam dan Keagamaan, Vol.3, No.1.
- Amruddin, et al. (2021). Manajemen Agribisnis. Bandung: Media Sains Indonesia.
- Anantanyu, Sapja. (2011). Kelembagaan Petani: Peran dan Strategi Pengembangan Kapasitasnya. Jurnal Sepa, Vol.7, No. 2, halaman 102-109.
- Badan Pusat Statistik (2024). (Luas Tanaman Perkebunan Menurut Provinsi - Tabel Statistik - Badan Pusat Statistik Indonesia). https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTMxIzI=/plantation-area-by-province.html
- Badrun, M. (2010). "Konsepsi Pola PIR". Tonggak Perubahan: Melalui PIR kelapa sawit membangun negeri. Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia. hlm. 50-53. ISBN 978-979-1109-19-2.
- Cahyono, S. (2012). Peran Kelembagaan Petani dalam Mendukung Keberlanjutan Pertanian sebagai Basis Pengembangan Ekonomi Lokal. (studi kasus: Kelembagaan Petani di Desa Andongsari Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember). Disertasi. Institut Teknologi Bandung. Bandung.
- Cramer G. L. dan C. W. Jensen. (1994). Agricultural Economic and Abribisnis. John Wiley & Sons Inc. New York.
- Davidson, Jeff. (2005). Change Management The Complete Ideal’s Duides. Jakarta: Prenada
- Deliarnov. (1997). Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Jakarta; P.T. RajaGrafindo Persada.
- Denzin, NK dan Lincoln, YS. 2009. Handbook Of Qualitative Research. Penerbit Pustaka Belajar. Yogyakarta.
- Depdikbud. (1998). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
- Devito, Joseph A. (1997). Komunikasi Antarmanusia. Jakarta : Professional Books.
- Elizabeth, R. (2017). Revitalisasi Industri Produk Olahan Dan Pemberdayaan Lembaga Kemitraan Mendukung Peningkatan Pemasaran, Daya Saing Dan Pensejahteraan Petani Pisang. Journal of Agricultural Scienties. UNES. (Universitas Ekasakti). Padang Sumatera Barat. Volume 2. Issue 1. June 2017. ISSN Cetak: 2528-5556. ISSN Online: 2528-6226.
- Elizabeth, R (2018). Akselerasi Agroindustri Dan Nilai Tambah: Faktor Pendukung Pencapaian Dayasaing Produk Dan Percepatan Pembangunan Pertanian Di Indonesia. OJS. Online Jurnal System. UNES (Univ. Ekasakti). Padang. Sumatera Barat.
- Elizabeth, R. (2019). Revitalisasi Implementasi Pemberdayaan Kelembagaan Pertanian Berkesinambungan Mendukung Pencapaian Dayasaing Produk Olahan. Volume 2. Issue 2. June 2019 OJS. Online Jurnal System. UNES (Univ. Ekasakti). Padang. Sumatera Barat.
- Elly M. Setiadi, dkk., 2006. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Prenada Media Group.
- Fachruddin, Faud Moh. (1982), Ekonomi Islam. Jakarta: Mutiara.
- Fattah, Muh. Arifin. (2018). Keberlanjutan Kelembagaan Agribisnis Tanaman Hortikultura di Kabupaten Bantaeng. Disertasi, Program Pascasarjana, Universitas Hasanuddin. Makassar.
- Hanafi, Abdillah. 1987. Memasyarakatkan Ide-ide Baru. Surabaya: Usaha Nasional.
- Handayani. (2013). Kelembagaan Agribisnis. http://shsiskahandayani.blogspot.com/2013/04/kelembagaan-agribisnis. html (2 Maret 2022)
- Harsojo. (1999). Pengantar Antropologi. Bandung; Putra A Bardin
- Hatuwe, Rahma Satya Masna., et al. (2021). Modernisasi Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat Desa Namlea Kabupaten Buru. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, Vol. 8, No.1 Tahun 2021, hal.84-96.
- Inglehart, Ronald. (2020). Modernization and Post Modernization: Cultural, Economic, and Political Change in 43 Societies. New Jersey: Princeton University Press.
- Irawan, B., & Suhartini, S. H. (2015). Kelembagaan Agribisnis pada Berbagai Tipe Desa.
- Jefta, L. (2015). Sosiologi Pedesaan Mencari Strategi Pembangunan Masyarakat Desa Berparadigma Ganda. Yogyakarta: Andi Offset.
- Kango, Andries. (2015). Media dan Perubahan Sosial Budaya. Jurnal Forabi, Vol. 12, No.1, halaman 20-34.
- Kaplinsky, R., & Morris, M. (2001). A Handbook for Value Chain Research. Ottawa: IDRC.
- Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
- Koentjaraningrat. (1997). Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
- Kompas.com. (2022). Ini Daftar Daerah yang Memiliki Perkebunan Sawit Terluas di Indonesia,( https://money.kompas.com/read/2022/01/10/142529126/ini-daftar-daerah-yang-memiliki-perkebunan-sawit-terluas-di-indonesia?page=all.)
- Lumintang, J. (2015). Pengaruh Perubahan Sosial Terhadap Kemajuan Pembangunan Masyarakat Di Desa Tara-Tara I. Jurnal Acta Diurna, Vol. IV No.2, hal. 1-9.
- Mangoensoekarjo, Soepadiyo., dan Haryono Semangun. (2008). Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit. Yogyakarta; Gadjah Mada University Press.
- Mardia, et al. (2021). Ekonomi Pertanian. Medan:Yayasan Kita Menulis.
- Maskur, Fatmawati. (2013). Peranan Kelembagaan Dalam Pengembangan Agribisnis Kentang (Studi Kasus Dalam Kajian Agribisnis di Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan). Skripsi. Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin. Makassar.
- Moleong, LJ. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya, Bandung
- Mosher, A.T. 1978. Getting Agricultural Moving. Frederick A Praeger, Inc, New York.
- North. D.C. 1990. Institutions, Institutional Change And Economic Performance. Published by the Press Syndicate of the University of Cambridge The Pitt Building, Trumpington Street, Cambridge eB2 IRP 40 West 20th Street, New York, NY IOOII, USA.
- Noviatirida, W. 2011. Analisis Bentuk Kerja Sama Petani dengan Lembaga-Lembaga
- Pendukung Pengembangan Agribisnis Kakao di Kenagarian Sekucur, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman. Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Andalas Padang. Padang.
- Nuraini, Candra., et al. (2016). Model Kelembagaan Pada Agribisnis Padi Organik Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Agribisnis, Vol 2, No.1, hal.9-16
- Potts, Rebecca and Jeanne La Marsh. (2004). Managing For Succes. London: Duncen Baird Publishers.
- Rahim, Abd., dan Diah Retno Dwi Astuti. (2005). Sistem Manajemen Agribisnis, Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.
- Rauf, Rusdiaman. (2018). Analisis Kinerja Usaha Penangkapan Ikan Laut di Kabupaten Kolaka. Disertasi. Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar.
- Rauf, Rusdiaman., Hengki Wijaya, dan Ezra Tari. (2021). Entrepreneurship education based on environmental insight: Opportunities and challenges in the new normal era. Journal Cogent Arts & Humanities, Vol 8 (1). Taylor & Francis.
- Ria, I. U. (2017). Pengaruh Keberadaan Industri Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Di Desa Talaga Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang (Study Kasus PT.RINNAI). Skripsi, Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
- Rogers, E. M. (1987). Diffusion Of Innovations. London: The Free Press.
- Roucek, Joseph S. dan Roland L. Warren. (1984). Pengantar Sosiologi. Terjemahan oleh Sahat Simamora. Jakarta; Bina Aksara.
- Rosyidi, Suherman. (1996) Pengantar Teori Ekonomi: Pendekatan Kepada Teori Ekonomi Mikro dan Makro, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
- Rosnita. (2008). Transformasi Kelembagaan Agribisnis Tuntutan Modernisasi dan Pembangunan Pertanian Masa Depan. Jurnal Percikan, Volume 86, Edisi Maret, halaman 59-66. Universitas Riau.
- Syahyuti. (2007). Kebijakan Pembangunan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sebagai Kelembagaan Ekonomi di Pedesaan Bogor. Analisis Kebijakan Pertanian, 5 (1), hal 15-25. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.
- Soediyono. (1992). Ekonomi Makro: Pengantar Analisis Pendapatan Nasional. Yogyakarta: Liberty.
- Soeharto. (2009). Teori Mikro Ekonomi. Yogyakarta: C.V. Andi Offest.
- Soeharto, Edi (2004). Metodologi Pengembangan Masyarakat. Jurnal Comev, Vol. I, hlm. 3
- Soekanto, Soerjono. (2013). Sosiologi, Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
- Soelaiman, Munandar M. (1996). Dinamika Masyarakat Transisi. Mencari Alternatif
- Teori Sosiologi dan Arah Perubahan. Bandung: Pustaka Pelajar.
- Soemardjan, Selo & Soelaeman Soemardi. (1974). Setangkai Bunga Sosiologi. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
- Suardi, I Dewa Putu Oka., et al. (2016). Potensi dan Peran Kelembagaan Pertanian Dalam Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Di Provinsi Bali. Jurnal Manajemen Agribisnis, Vol.4, No.1, hal.1-9.
- Sukirno, Sadono. (1982) Pengantar Teori Mikro Ekonomi, Lembaga Penerbit fakultas Ekonomi UI.
- Sukirno, Sadono. (2011). Ekonomi Pembangunan; Proses, Masalah, dan Dasar Kebijakan. Jakarta: Kencana.
- Tedjaningsih, Teten., et al. (2018). Peran Kelembagaan Dalam Pengembangan Agribisnis Mendong. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, Vol 4, No.2, hal. 210-226.
- Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic Development. Boston: Pearson Education
- Uphoff, N. (1986). Local Institutional Development: An Analytical Sourcebook. West Hartford: Kumarian Press.
- Widiarto, Tri. (2007). Pengantar Antorpologi Budaya. Salatiga: Widya Sari Press.
- Zulfahmi, M.G.A. (2012). Kelembagaan Pendukung Usaha Tani. Makalah Pengantar Usaha Tani. Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Malang. http://kickfahmi.blogspot.com/2012/12/kelembagaan-usaha-tani.html (3 Maret 2022)
References
Abbad, Muhammad Farid. (2021). Pesantren dan Perubahan Sosial: Kebudayaan, Otoritas, Nilai dan Transmisi Pengetahuan. ASNA: Jurnal Kependidikan Islam dan Keagamaan, Vol.3, No.1.
Amruddin, et al. (2021). Manajemen Agribisnis. Bandung: Media Sains Indonesia.
Anantanyu, Sapja. (2011). Kelembagaan Petani: Peran dan Strategi Pengembangan Kapasitasnya. Jurnal Sepa, Vol.7, No. 2, halaman 102-109.
Badan Pusat Statistik (2024). (Luas Tanaman Perkebunan Menurut Provinsi - Tabel Statistik - Badan Pusat Statistik Indonesia). https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTMxIzI=/plantation-area-by-province.html
Badrun, M. (2010). "Konsepsi Pola PIR". Tonggak Perubahan: Melalui PIR kelapa sawit membangun negeri. Direktorat Jenderal Perkebunan, Kementerian Pertanian Republik Indonesia. hlm. 50-53. ISBN 978-979-1109-19-2.
Cahyono, S. (2012). Peran Kelembagaan Petani dalam Mendukung Keberlanjutan Pertanian sebagai Basis Pengembangan Ekonomi Lokal. (studi kasus: Kelembagaan Petani di Desa Andongsari Kecamatan Ambulu Kabupaten Jember). Disertasi. Institut Teknologi Bandung. Bandung.
Cramer G. L. dan C. W. Jensen. (1994). Agricultural Economic and Abribisnis. John Wiley & Sons Inc. New York.
Davidson, Jeff. (2005). Change Management The Complete Ideal’s Duides. Jakarta: Prenada
Deliarnov. (1997). Perkembangan Pemikiran Ekonomi. Jakarta; P.T. RajaGrafindo Persada.
Denzin, NK dan Lincoln, YS. 2009. Handbook Of Qualitative Research. Penerbit Pustaka Belajar. Yogyakarta.
Depdikbud. (1998). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.
Devito, Joseph A. (1997). Komunikasi Antarmanusia. Jakarta : Professional Books.
Elizabeth, R. (2017). Revitalisasi Industri Produk Olahan Dan Pemberdayaan Lembaga Kemitraan Mendukung Peningkatan Pemasaran, Daya Saing Dan Pensejahteraan Petani Pisang. Journal of Agricultural Scienties. UNES. (Universitas Ekasakti). Padang Sumatera Barat. Volume 2. Issue 1. June 2017. ISSN Cetak: 2528-5556. ISSN Online: 2528-6226.
Elizabeth, R (2018). Akselerasi Agroindustri Dan Nilai Tambah: Faktor Pendukung Pencapaian Dayasaing Produk Dan Percepatan Pembangunan Pertanian Di Indonesia. OJS. Online Jurnal System. UNES (Univ. Ekasakti). Padang. Sumatera Barat.
Elizabeth, R. (2019). Revitalisasi Implementasi Pemberdayaan Kelembagaan Pertanian Berkesinambungan Mendukung Pencapaian Dayasaing Produk Olahan. Volume 2. Issue 2. June 2019 OJS. Online Jurnal System. UNES (Univ. Ekasakti). Padang. Sumatera Barat.
Elly M. Setiadi, dkk., 2006. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Prenada Media Group.
Fachruddin, Faud Moh. (1982), Ekonomi Islam. Jakarta: Mutiara.
Fattah, Muh. Arifin. (2018). Keberlanjutan Kelembagaan Agribisnis Tanaman Hortikultura di Kabupaten Bantaeng. Disertasi, Program Pascasarjana, Universitas Hasanuddin. Makassar.
Hanafi, Abdillah. 1987. Memasyarakatkan Ide-ide Baru. Surabaya: Usaha Nasional.
Handayani. (2013). Kelembagaan Agribisnis. http://shsiskahandayani.blogspot.com/2013/04/kelembagaan-agribisnis. html (2 Maret 2022)
Harsojo. (1999). Pengantar Antropologi. Bandung; Putra A Bardin
Hatuwe, Rahma Satya Masna., et al. (2021). Modernisasi Terhadap Perubahan Sosial Masyarakat Desa Namlea Kabupaten Buru. Nusantara: Jurnal Ilmu Pengetahuan Sosial, Vol. 8, No.1 Tahun 2021, hal.84-96.
Inglehart, Ronald. (2020). Modernization and Post Modernization: Cultural, Economic, and Political Change in 43 Societies. New Jersey: Princeton University Press.
Irawan, B., & Suhartini, S. H. (2015). Kelembagaan Agribisnis pada Berbagai Tipe Desa.
Jefta, L. (2015). Sosiologi Pedesaan Mencari Strategi Pembangunan Masyarakat Desa Berparadigma Ganda. Yogyakarta: Andi Offset.
Kango, Andries. (2015). Media dan Perubahan Sosial Budaya. Jurnal Forabi, Vol. 12, No.1, halaman 20-34.
Kaplinsky, R., & Morris, M. (2001). A Handbook for Value Chain Research. Ottawa: IDRC.
Koentjaraningrat. (2009). Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta.
Koentjaraningrat. (1997). Metode-Metode Penelitian Masyarakat. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.
Kompas.com. (2022). Ini Daftar Daerah yang Memiliki Perkebunan Sawit Terluas di Indonesia,( https://money.kompas.com/read/2022/01/10/142529126/ini-daftar-daerah-yang-memiliki-perkebunan-sawit-terluas-di-indonesia?page=all.)
Lumintang, J. (2015). Pengaruh Perubahan Sosial Terhadap Kemajuan Pembangunan Masyarakat Di Desa Tara-Tara I. Jurnal Acta Diurna, Vol. IV No.2, hal. 1-9.
Mangoensoekarjo, Soepadiyo., dan Haryono Semangun. (2008). Manajemen Agrobisnis Kelapa Sawit. Yogyakarta; Gadjah Mada University Press.
Mardia, et al. (2021). Ekonomi Pertanian. Medan:Yayasan Kita Menulis.
Maskur, Fatmawati. (2013). Peranan Kelembagaan Dalam Pengembangan Agribisnis Kentang (Studi Kasus Dalam Kajian Agribisnis di Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan). Skripsi. Program Studi Agribisnis, Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Hasanuddin. Makassar.
Moleong, LJ. 2006. Metodologi Penelitian Kualitatif. PT Remaja Rosdakarya, Bandung
Mosher, A.T. 1978. Getting Agricultural Moving. Frederick A Praeger, Inc, New York.
North. D.C. 1990. Institutions, Institutional Change And Economic Performance. Published by the Press Syndicate of the University of Cambridge The Pitt Building, Trumpington Street, Cambridge eB2 IRP 40 West 20th Street, New York, NY IOOII, USA.
Noviatirida, W. 2011. Analisis Bentuk Kerja Sama Petani dengan Lembaga-Lembaga
Pendukung Pengembangan Agribisnis Kakao di Kenagarian Sekucur, Kecamatan V Koto Kampung Dalam, Kabupaten Padang Pariaman. Skripsi. Fakultas Pertanian, Universitas Andalas Padang. Padang.
Nuraini, Candra., et al. (2016). Model Kelembagaan Pada Agribisnis Padi Organik Kabupaten Tasikmalaya. Jurnal Agribisnis, Vol 2, No.1, hal.9-16
Potts, Rebecca and Jeanne La Marsh. (2004). Managing For Succes. London: Duncen Baird Publishers.
Rahim, Abd., dan Diah Retno Dwi Astuti. (2005). Sistem Manajemen Agribisnis, Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.
Rauf, Rusdiaman. (2018). Analisis Kinerja Usaha Penangkapan Ikan Laut di Kabupaten Kolaka. Disertasi. Program Pascasarjana Universitas Negeri Makassar.
Rauf, Rusdiaman., Hengki Wijaya, dan Ezra Tari. (2021). Entrepreneurship education based on environmental insight: Opportunities and challenges in the new normal era. Journal Cogent Arts & Humanities, Vol 8 (1). Taylor & Francis.
Ria, I. U. (2017). Pengaruh Keberadaan Industri Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat Di Desa Talaga Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang (Study Kasus PT.RINNAI). Skripsi, Universitas Islam Negri Syarif Hidayatullah, Jakarta.
Rogers, E. M. (1987). Diffusion Of Innovations. London: The Free Press.
Roucek, Joseph S. dan Roland L. Warren. (1984). Pengantar Sosiologi. Terjemahan oleh Sahat Simamora. Jakarta; Bina Aksara.
Rosyidi, Suherman. (1996) Pengantar Teori Ekonomi: Pendekatan Kepada Teori Ekonomi Mikro dan Makro, Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Rosnita. (2008). Transformasi Kelembagaan Agribisnis Tuntutan Modernisasi dan Pembangunan Pertanian Masa Depan. Jurnal Percikan, Volume 86, Edisi Maret, halaman 59-66. Universitas Riau.
Syahyuti. (2007). Kebijakan Pembangunan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sebagai Kelembagaan Ekonomi di Pedesaan Bogor. Analisis Kebijakan Pertanian, 5 (1), hal 15-25. Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.
Soediyono. (1992). Ekonomi Makro: Pengantar Analisis Pendapatan Nasional. Yogyakarta: Liberty.
Soeharto. (2009). Teori Mikro Ekonomi. Yogyakarta: C.V. Andi Offest.
Soeharto, Edi (2004). Metodologi Pengembangan Masyarakat. Jurnal Comev, Vol. I, hlm. 3
Soekanto, Soerjono. (2013). Sosiologi, Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Soelaiman, Munandar M. (1996). Dinamika Masyarakat Transisi. Mencari Alternatif
Teori Sosiologi dan Arah Perubahan. Bandung: Pustaka Pelajar.
Soemardjan, Selo & Soelaeman Soemardi. (1974). Setangkai Bunga Sosiologi. Jakarta: Yayasan Badan Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia.
Suardi, I Dewa Putu Oka., et al. (2016). Potensi dan Peran Kelembagaan Pertanian Dalam Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Di Provinsi Bali. Jurnal Manajemen Agribisnis, Vol.4, No.1, hal.1-9.
Sukirno, Sadono. (1982) Pengantar Teori Mikro Ekonomi, Lembaga Penerbit fakultas Ekonomi UI.
Sukirno, Sadono. (2011). Ekonomi Pembangunan; Proses, Masalah, dan Dasar Kebijakan. Jakarta: Kencana.
Tedjaningsih, Teten., et al. (2018). Peran Kelembagaan Dalam Pengembangan Agribisnis Mendong. Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis, Vol 4, No.2, hal. 210-226.
Todaro, M. P., & Smith, S. C. (2015). Economic Development. Boston: Pearson Education
Uphoff, N. (1986). Local Institutional Development: An Analytical Sourcebook. West Hartford: Kumarian Press.
Widiarto, Tri. (2007). Pengantar Antorpologi Budaya. Salatiga: Widya Sari Press.
Zulfahmi, M.G.A. (2012). Kelembagaan Pendukung Usaha Tani. Makalah Pengantar Usaha Tani. Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Brawijaya. Malang. http://kickfahmi.blogspot.com/2012/12/kelembagaan-usaha-tani.html (3 Maret 2022)